Di era digital saat ini, sering terdengar keluhan dari orang tua, guru, atau orang dewasa bahwa anak-anak zaman sekarang kurang memiliki attitude atau sikap sopan santun. Mereka dianggap kurang menghargai orang lain, sulit diatur, dan terlalu bebas dalam bersikap. Apa sebenarnya yang menyebabkan hal ini terjadi?
1. Perubahan Pola Asuh
Salah satu faktor utama adalah perubahan pola asuh orang tua. Banyak orang tua ijobet modern yang terlalu permisif atau sebaliknya terlalu sibuk, sehingga kurang memberikan pembinaan karakter sejak dini. Sikap tegas namun penuh kasih yang dulu menjadi dasar pendidikan anak mulai tergeser oleh pola asuh yang lebih longgar atau terlalu memanjakan.
2. Pengaruh Media Sosial
Anak-anak sekarang tumbuh di era media sosial yang mempromosikan kebebasan berekspresi tanpa batas. Mereka terbiasa mengutarakan pendapat dengan gaya sarkastik atau kasar karena meniru konten viral. Sayangnya, batas antara ekspresi dan kesopanan seringkali kabur. Mereka juga lebih sibuk membangun “image” online ketimbang karakter nyata dalam kehidupan sehari-hari.
3. Kurangnya Pendidikan Moral di Sekolah
Fokus pendidikan formal saat ini lebih banyak pada akademik dan prestasi. Pendidikan karakter seringkali hanya menjadi formalitas tanpa implementasi nyata dalam keseharian. Padahal, sikap hormat, empati, dan tanggung jawab harus ditanamkan terus-menerus sejak kecil.
4. Minimnya Interaksi Sosial Nyata
Anak-anak zaman dulu banyak bermain dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya dan orang tua. Sementara anak zaman sekarang lebih banyak berinteraksi lewat layar. Akibatnya, mereka kurang terlatih dalam membaca situasi sosial dan menunjukkan empati atau kesopanan dalam berkomunikasi langsung.
5. Kurangnya Teladan
Banyak anak tumbuh dalam lingkungan yang miskin teladan positif. Jika orang tua, guru, atau tokoh masyarakat tidak menunjukkan sikap yang baik, maka anak pun kehilangan acuan dalam bersikap. Attitude bukan sesuatu yang bisa diajarkan hanya lewat kata-kata, tapi harus dicontohkan.
Kesimpulan
Fenomena anak yang kurang attitude bukan semata-mata kesalahan mereka. Ini adalah hasil dari lingkungan, pola asuh, dan budaya yang berubah drastis. Solusinya adalah kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk kembali menanamkan nilai-nilai dasar: hormat, tanggung jawab, dan empati. Karena membangun karakter jauh lebih penting daripada sekadar prestasi.